Fight the Battle

I had this weird thought, something rebellious that I want to do since last Sunday. But at the same time, I know that it’s so wrong, I can’t do that because I’m sure lots of people will get hurt because of me. I also realise that if I do that, I’m not gonna be happy either.

So, basically my mind was so complicated. Last night, I was half-asleep and when I’m trying to find comfortable position to sleep, I opened my Bible app and this verse caught my eyes.

picsart_01-26-05.32.00.jpg

James 1:5 (MSG)

Yup. I don’t know what I’m doing. I don’t even know what I want. So, I just asked God to help me, then I fell asleep.

Today, I re-watched the movie ‘War Room’ and God told me the answer.

You are fighting the wrong enemy. Don’t fight against people, but fight against the evil.

And don’t let them steal your joy. Your joy doesn’t come from your job, your friends or your ministry. Your joy can be found in Jesus.

The situation could be worse, but I’m not gonna let it steal my joy. I’m gonna fight for it. And now, I have to prepare myself for the battle.

* * *

For our struggle is not against flesh and blood, but against the rulers, against the authorities, against the powers of this dark world and against the spiritual forces of evil in the heavenly realms. (Ep 6:12)

 

 

The Gift of Grace

Reblog from: Majalah Pearl Blog
Written by Grace Suryani

* * *

Hari itu, hari paling baik bagi hidup anda. Nama anda terpampang sebagai penerima hadiah utama untuk jalan-jalan gratis ke Maldives selama 7 hari!! Tiket pesawat, penginapan, makan plus semua kegiatan anda di sana GRATIS tis tis. Anda tinggal bawa badan aja ke sono. Eh dan ini hadiah dari perusahaan bonafide bukan perusahaan KW2an.

Awalnya anda ga percaya. Sounds too good to be true! But ga lama ada representatif dari perusahaan yang datang ke tempat anda dengan membawa berkas-berkas tentang hadiah untuk anda. Dia juga menunjukkan file2 dan akhirnya meyakinkan anda ini beneran. Valid! Hebatnya lagi perusahaan tbs benar-benar menginginkan anda enjoy dgn liburan anda di Maldives, sehingga tiap minggu, mereka mengirim orang untuk mentraining anda supaya nanti siap ke sono. Diajarin bahasanya, dikasih cicip makanan lokal, bahkan sejarah singkat Maldives 101!! En ketika mereka tau anda ga bisa berenang, mereka kasih anda les berenang intensif!! Dan semua gratis tis tis. Jadi anda dipastikan bisa diving di sono. Wuih. Anda terharu banget nget nget.

Semua teman, kenalan, saudara ikut happy. “Wah enak yah mau ke Maldives! Selamet yeee … Jangan lupa bawa oleh2 ya!”

maldives-1

Hari keberangkatan pun tiba. Dengan mantap anda pergi bandara. Anda antri lalu kasih nama dan passport anda ke petugas check in. Daann ternyata, nama anda tidak tercantum di daftar penumpang. Anda panik dan tapi berusaha tetep tenang. Tapi, benar nama anda tidak ada! Buru-buru, anda menghubungi perusahaan yang menawarkan hadiah itu kepada anda. Mereka pun kaget, katanya belum pernah terjadi sebelumnya!! Usut punya usut, ternyata salah satu dokumen kelengkapan yang krusial untuk pengeluaran tiket adalah, anda harus tanda tangan di sebuah form pernyataan bahwa anda menerima hadiah tsb. :0 Ternyata petugas pertama yang datang kepada anda, entah kenapa TIDAK menyuruh anda tanda tangan! Dan semua petugas, pelatih renang, guru bahasa, koki dll, tidak ada satupun yang check dengan anda apakah anda sudah tanda tangan atau belum: mereka semua berasumsi anda mestinya sudah tanda tangan! (Karena menurut prosedur, itu mestinya di tahap awal! Dan anda waktu itu sudah latihan renang 2 bulan, sudah lulus ambil kelas sejarah maldives 101.

Paraaahhhh!! Anda lemes banget.
Eh lalu tiba-tiba anda inget, guru renang anda pernah tanya, “Eh kamu sudah tanda tangan belum dokumen xyz belum?” Anda mikir sejenak, ada banyak file yang anda isi waktu itu, anda ga inget, ga yakin, lalu anda jawab, “Hem ga tau deh. mestinya udah yah.” Dan guru anda menjawab, “Oya yah mestinya udah yah.” Anda tidak check dan recheck lagi, Alhasil Bye-bye Maldives …

* * *

Guys, ada pengalaman yang lebih parah itu. Lebih parah dari gagal ke Maldives. Yaitu, jika anda pikir anda sudah punya ‘tiket ke surga’, tapi ternyata anda belum. Ternyata anda belum pernah melakukan satu tindakan untuk menyatakan, ya, anda menerima hadiah keselamatan dari Tuhan Yesus. Anda belum pernah berdoa dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi anda. Anda bisa ada di gereja seumur hidup anda,

Naik turun majelis, pengurus komisi, ga pernah absen ikut pembinaan, bahkan mungkin anda yg jadi pembicaranya! Tapi, jika anda ga inget/ga yakin anda pernah berdoa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi anda, maka do it now! Lakukan sekarang!

Untuk hal2 macem tiket pesawat, booking hotel, kita ga pernah keberatan utk melakukan check dan konfirmasi, kalau ga inget udah print tiket belum, kita ga pernah keberatan print ulang, apalagi untuk hal yang sangat krusial ini! Ketinggalan pesawat, kita bisa beli tiket lagi. Tapi kalau kehidupan kekal, kesempatan kita hanya sekali …

Let me be the ‘kepo voice’, “Sudahkah anda menerima hadiah keselamatan dari Yesus Kristus? Sudahkah anda mengakui bahwa anda orang berdosa dan butuh juruselamat? Maukah anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi anda?” Jika anda ga yakin, do it now …

Keselamatan itu adalah hanya karena kasih karunia Tuhan semata, Kita bisa ‘percaya’ bahwa Tuhan kasih hadiah itupun juga karena kasih karunia Tuhan semata. Tapii … hadiah itu perlu anda terima! Jika anda tidak pernah menerima hadiah itu, tidak pernah menyatakan, “Yak saya mau”, yah seperti ilustrasi tiket di atas. Gagal Maldives itu sebelnya cuman sementara. Tapi jika gagal ke surga … penyesalan untuk selama-lama-lamanya …

Sudahkah anda menerima hadiah keselamatan dari Yesus?
Sudahkah anda memastikan bahwa orang-orang yang anda sayangi juga sudah menerima hadiah keselamatan itu?

* * *

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, 
bahwa Yesus adalah Tuhan, 
dan percaya dalam hatimu, 
bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, 
maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, 
dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

(Roma 10:9-10)

Welcoming 2016

Hai semuanya!

Aku kembali lagi nih. Hehehe. Terlalu banyak hal yang terjadi di tahun 2015 kemaren sampai gak sempet cerita-cerita. Dan entah kenapa, aku belakangan ini suka ragu untuk cerita hal-hal yang terlalu pribadi, jadi ceritanya malah masuk ke diary pribadi bukannya dishare. Hehe. Semoga tahun ini aku bisa banyak cerita-cerita disini lagi ya. Blog dibuka hampir tiap hari, tapi kerjaannya bukan nulis, malahan baca-baca blog orang lain.

Ngelanjutin tradisi tahun-tahun sebelumnya, aku bukan orang yang suka bikin resolusi. Jadi aku akan milih 1 kata aja untuk tahun ini.

One word for 2016, and that word is: OBEDIENCE.

jer_7_23

* * *

P.S: You can check my one word for 2013, 2014, 2015 here!

 

Happy 5th Birthday

Happy 5th birthday, The Little Light of Mine!

Thank you for being with me through all of this year.
5 years ago, 2010, is a difficult year for me, but, hey, that’s one of my tipping points in life.

2010. I’m on my 3rd year of college.
Struggling with my computer projects, Korean language, and
wandering what I’m gonna to do after graduation.

But now, it’s 2015.
Here I am. Still in Korea.
Sitting in front of my laptop at home, just finish doing a translation job,
checking the company’s advertisement that I made this morning,
and ready to take a shower after posting this. Hahaha.

My life isn’t perfect. But I’m thankful for everything I have now.

* * *

From a girl who tries to act cute

KakaoTalk_20151022_234515699

Busan. Spring 2010.

 To a woman who is ready to fly high :)

Seoul. Fall 2015.

Seoul. Fall 2015.

* * *

So, shine brighter Eveline. Shine!

light-shine

2015 First Half Review

Huah, akhirnya punya waktu buat nulis juga. Walaupun aku tahun ini jarang nulis, tapi ternyata tiap hari masih ada orang yang mampir kesini juga (thank you~). Dan sekarang aku udah bisa cerita tentang apa yang terjadi selama awal sampai pertengahan tahun 2015 ini.

Well, langsung aja yah ke intinya: I quit my job.
Iya, kamu ga salah baca. I quit my job after working as a programmer for 3 and half year.
3 tahun 6 bulan itu bukan waktu yang singkat, dan menurutku itu waktu yang cukup untuk beradaptasi dan belajar. Aku belajar banyak banget selama aku disana. Aku belajar bagaimana caranya bekerja di perusahaan Korea, seperti apa meeting dengan orang-orang Korea, pernah (atau lebih tepatnya sering) lembur juga, tau bagaimana rasanya menjadi satu-satunya orang asing yang berada di kantor.. Yup, I learned a lot.

* * *

Seiring bertambahnya kerjaan dan tanggung jawab, aku juga menyadari satu hal. I’m not good at programming. Hahaha. Ini mah uda tau sih sebenernya dari kuliah dulu. Dulu pas lulus kuliah, sebenernya uda dadah-dadah sama code-code, linux command dan teman-temannya. Eh, ternyata di kantor ketemu lagi. Iya, aku ga mahir dalam bikin program tapi aku suka kalau programnya udah jadi. Siapa juga yang ga suka ya kalau programnya ga jadi? Hihi. Aku sama sekali ga jago programming, aku cuma bisa programming tetapi aku rasa aku suka nyoba-nyoba program yang uda jadi, cari-cari errornya dimana (selama bukan aku yang disuruh ngerjain) hehehe.

Jadi salah satu titik dimana aku memutuskan untuk berhenti adalah pas awal tahun ini. Timku mencoba untuk membuat 1 project, 1 project yang bahkan ga tau mo dijual kapan, tapi intinya harus buat dan selesaiin itu selama 4 bulan. Iya, cuma punya waktu 4 bulan: 1 bulan untuk research dan 3 bulan untuk ngoding dan test. Projeknya mulai dari akhir Desember. Untungnya waktu itu aku sempet pulang dulu ke Indo, jadi aku baru mulai join projeknya dari awal Januari. Dari Januari itu sampai bulan April, aku kerja 6 hari seminggu, kurang lebih 15 jam sehari. Itu artinya, aku kerja dari Senin sampai Sabtu (kadang Minggu juga masuk, tergantung yang lain bisanya masuk hari Sabtu atau Minggu), dan aku kerja dari jam 9 pagi sampai…. jam 12 malam atau lebih. Rekor pulang paling pagi dari kantor itu jam 5 pagi, demi ga masuk kantor pas weekend.

Ditambah lagi, bulan Februari kemaren aku juga ada mission trip ke Filipina, wah pas deket-deket mission trip itu sih, luar biasa banget sibuknya. Kalau bukan karena karunia Tuhan, aku ga mungkin bisa pergi karena keadaan fisik sama sekali tidak memungkinkan. Project yang harusnya selesai akhir bulan Maret, akhirnya diundur sampai April, itu pun sambil ngurangin feature yang ada di programnya, jadi programnya cuma bisa mensupport main feature doang. Abis itu, I told my team leader that I want to quit this job.

* * *

a-new-chapter

Changing my career path, start a new chapter. Itu yang aku lakukan sekarang. Praise God, I found new job within 2 weeks. Dan kantor yang baru cukup dekat dari rumah, cuma 4 halte bus, bisa jalan kaki sekitar 30-40 menit, walaupun ga mungkin sih aku jalan kaki. Minggu depan aku baru bakal masuk di kantor yang baru. By the way, kantor yang baru itu perusaahan IT juga, not a big company though, so no more programming (I guess), tapi aku bakal tetep ngetes-ngetes program gitu juga, dan bakal megang bagian service and marketing untuk Indonesia. Beberapa orang bilang, kalau kerja di bagian service atau marketing itu akan sedikit challenging karena harus berhubungan dengan karakter orang yang berbeda-beda. Jadi aku rasa kerjaanku nanti bakal menarik hihi. Oia, nanti rekan kerja satu tim aku semuanya orang asing lho, yang orang Korea cuma managernya doang. Jadi mungkin ga bakal sering-sering lembur karena biasanya orang asing jarang kan yang mo lembur kecuali dibayar overtime atau gimana. CMIIW

Jadi itu yang aku alami selama 6 bulan terakhir ini. Conference di gereja bulan Juni kemarin juga sukses. Pendetanya ga cuma bahas tentang Korea, tapi juga ngebahas tentang apa yang terjadi di Israel, USA dan juga Indonesia! Aku percaya bahwa Tuhan akan melakukan sesuatu yang luar biasa di Indonesia. :)

Hmm, terus musim panas di Korea akan resmi dimulai minggu depan. Semoga tahun ini summernya ga panas-panas banget ya. Korea tuh lebih panas daripada Indonesia, lebih pengap gitu rasanya. Musim panasnya ga ada angin, kalaupun ada anginnya panas gitu. Untungnya sih sekarang kalau sore menjelang malem gitu anginnya masih sejuk hehe.

* * *

Sampai disini dulu deh ceritanya. Besok-besok aku cerita lagi deh soal kerja di Korea. Dadaah!

Invitation – Prepare the way of the Lord 2015

If you are happen to be in Seoul at the end of June,
I would like to invite you to “Prepare the way of the Lord 2015” conference
that will be held at Sejong Univ. on June 22 – 25 (Mon – Thu).

prepareway

This year, 4 preachers who are focusing on ministry and restoration around the world, will come and share the Word that they got from the Lord to us on these special conference.

  • Dutch Sheets – Excellent World Leader for Spiritual War and Intercessory Prayer
  • Cindy Jacobs – Prophetess for Restoration of Nations, founder of Generals International
  • Chuck Pierce – Prophet Declaring God’s Timing and Season, president of Glory of Zion International Ministries
  • Rick Ridings – Prophetic Intercessory Prayer Minister who Dedicated to Restoration of Israel, president of Christian Friends of Israel

For more information about the conference, please check this website :
Home Page – https://ydfc.wordpress.com
YouTube – https://www.youtube.com/watch?v=zmanugEn4UM

* * *

I went to this conference last year and I’m so blessed.
Especially, because I can listen to the sermon in English, not in Korean as usual :)
So, if you can come, you can contact me and we can attend the conference together.
God bless you!

Philippines Mission Trip 2015

Disclaimer: It was written in March and I just realized that I haven’t post it. Sorry for the long hiatus, I will write new post again soon. ^^

* * *

Hello! It’s already March and I’m very very busy. Working 6 days a week, 15 hours per day in average, it’s really tiring but I have no other choice. By the way, on mid Feb, I got a chance to join mission trip to Philippines. Lots of practice and meeting were hold around late midnight but it was a great time. Now, I want to share few things about this trip.

  • God’s abundant grace

Not by my might, nor by power, but by God’s grace I can join this mission trip. I’ve been so busy with my workload in office so I rarely can join the prayer meeting or help others with the preparation. There were few times where I feel so tired and I want to give up this mission trip so I can take a rest at home during the holiday, but God says no. During the preparation and during the trip, there were moments when I just stopped for few seconds and said “I know it’s You, God. Thank you.” It’s all about Him so His name can be glorified.

  • Love

It`s easy to love others if you are in good condition. However, can you love others even though they are annoying? Can you love others when they make some mistakes and you have to be responsible for their fault? Love is more than a feeling. It is an attitude. Love is an action. Jesus did that and set an example for us.

On the first day, we went to some places where people live not-in-a-good-condition. There are so many children there, but I don’t want to interact with them. Why? Because since I was young, people around me told me to do that. We don’t know what will happen next if you interact with them, so we better stay away from them. But this time, I’m on a mission. I can’t stay away or ignore the kids. So I keep praying, asking God to pour out His love towards them through me. There was some kids who saw me from afar and give me a smile. I smiled back to them. Before we leave the place, some kids came to me and ask for a hug.
image

How can you resist these kids who comes to you and ask for a hug? That time, I know that the wall which separate me from the children has been broken by.. love. Once again, I learned how to love others regarding their status and condition.
image

  • Birthday

I have 2 birthdays now! Hihihi. More birthday cake and present for me next year? Woohoo!
I got re-baptized so I’m born again. I’m renewed in Christ. That is my second birthday. I have already baptized when I was 13 or something, but at that time, I don’t think I really know the meaning of it. Then, on 19 Feb 2015, I, an Indonesian, was baptized by Korean church in Bulacan City, Philippines and received prayer from Korean, Filipino and African. What an amazing moment and I’m glad I made decision to do that.
image

  • Freedom in worship

♬ 있는 힘 다하여 주 앞에 춤추리 ♬

I joined children worship team. We prepared 5 songs so the children can worship God by dancing. We went to kindergarten, elementary school and last, we had children worship in the middle of basketball court in a village. It was an amazing moment. All we did was dancing, jumping, singing, worship God together. We had this worship session about few hours a day, our legs hurts because we were keep jumping during the worship time, but hey, we did that because God is good and He put joy in our heart.
There was a time when I think I couldn’t jump anymore, no more dance, but God gave us new strength and if you were there, you can’t do nothing but worshiping together with all your heart, all your strength! It was tiring but worthed. I would definitely say YES if they asked me to do that again.
image

  • Community

There are people from 7 different countries that joined this trip: Korea, China, Philippines, Indonesia, US, Congo, and 2 other countries from Africa. I feel so blessed having this multicultural family in Christ. When a person said something, it will be translated at least in 3 languages. Hahaha.
Every tribe, every tounge, every people and nations, all join in God’s mission. How good and pleasant it is when God’s people live together in unity! (Psalm 133:1)
image

Last, I want to close this post with some words that my roomate and me always said after talking to each other before bed. “God is good. God is always good.”

* * *

Click here to read about my first mission trip to Philippines: part1, part2