Pengalaman Terbang dengan Air Asia

Pas nulis ini entah kenapa rasanya kok aku gak gaul banget yah. Udah tahun 2017 tapi baru nyobain naik pesawat Air Asia yang terkenal dengan murahnya di Indonesia.

Semua orang pasti tahu bahwa Air Asia itu low cost carrier, yang berarti harga yang ditunjukkan adalah harga bangku doang, belum termasuk bagasi apalagi makanan. Tambahan info aja, aku tuh jarang banget naik pesawat untuk penerbangan dalam negeri. Dulu pernah naik pesawat yang lain dan delay lumayan lama, jadi kali ini aku coba naik Air Asia dan berharap pesawatnya on-time. Soal bagasi, karena aku pergi sekeluarga, jadi cuma 1 orang yang beli bagasi, selebihnya masuk kabin. Oh iya, ini perginya dari Indonesia ke Singapore kok. Jadi memang gak bawa barang banyak dan gak niat belanja banyak juga.

Karena udah lama gak pulang ke Indonesia, jarang juga naik pesawat dan dilayani dalam bahasa Indonesia, jadi pengalaman terbang naik Air Asia ini cukup buat aku mikir “gini toh pelayanan penerbangan Indonesia…”

* * *

kakaotalk_20170208_160916727

Check-in & Tempat Duduk
Air Asia menyediakan fasilitas untuk web check-in, tapi waktu itu aku gak coba pakai itu. Jadi untuk check in, seperti biasa aku ke bandara dan ngantri di tempat check innya. Layanannya tidak ada yang spesial, tapi aku agak bingung sama cara mereka pilihin tempat duduk buat para penumpangnya.

Rombonganku ada 6 orang dan pas check in aku minta supaya duduknya bisa barengan karena ada 2 orang adikku yang kecil. Tapi petugasnya bilang mereka ga bisa nentuin tempat duduknya karena ada orang yang sudah check in duluan. Masuk akal sih tapi kan maksudnya ya, jangan sampai dipencar jauh-jauh juga gitu lho tempat duduknya. Akhirnya aku dapet tempat duduknya 2-2-1-1. Semuanya di row yang berbeda. Ada satu yang dapet tempat duduknya jauh. Untungnya ada yang dapet tempat duduk buat 2 orang, kalau nggak masa adikku yang kecil harus duduk sendiri? *Tiba-tiba ngerasain pentingnya web check-in. Hehehe*

Aku sama sekali gak ada masalah sama ini tapi aku ngeliat ada ibu-ibu dengan 2 anak tapi dapet tempat duduknya sendiri-sendiri gitu. Mana anaknya masih kecil pula. Untung orang di sebelahnya mau tukeran tempat duduk, jadi paling nggak anaknya yang paling kecil bisa duduk sebelahan sama dia. Mungkin dia telat check in atau gimana, tapi tempat duduk mereka itu window seat semua. Berarti.. masa gak ada yang milih untuk duduk di window seat itu? Atau waktu itu kebanyakan yang pergi berdua-dua terus milih tempat duduk di aisle semua? Entahlah. Waktu itu kayaknya yang pergi itu rombongan keluarga semua tapi posisi duduk mereka itu depan belakang sama anggota keluarga mereka, bukannya sebelah-sebelahan. Jadi sebenernya kalau pada mau tukeran tempat, mereka bisa aja duduk sebelah-sebelahan sama keluarganya. Bingung. Aku ngerasa cara mereka nentuin tempat duduknya agak terlalu random.

Oh iya, aku dapet tempat duduknya di hot seat lho. Katanya sih lebih luas daripada yang bangku biasa, tapi rasanya biasa aja. Tapi enaknya bisa masuk ke pesawat duluan, gak usah ngantri. Hehe.

* * *

In Flight Meal
Ini juga kalau diingat-ingat lucu sih. Aku sepertinya terbiasa dengan layanan yang kaku dan profesional jadi agak kaget dan ngerasa awkward aja sih pas ngeliat kejadian ini.

Jadi selama ini kalau aku naik low cost carrier yang lain yang gak nyediain makanan, kalau udah saatnya makan ya mereka akan ngumumin itu terus kasih makanan ke orang yang emang udah pesen sebelumnya. Kalau pun mereka mau nawarin makanan ke orang yang belum pesen, mereka rata-rata cuma lewat doang dan berhenti kalau ada yang manggil.

Nah ini, para pramugarinya malah dengan semangat nawarin makanannya ke para penumpang yang ada. Pramugarinya nawarinnya kayak gini. “Ayo sarapannya Bapak Ibu. Kita punya nasi goreng, indomie, dll.” Tapi dia sukses bikin para orang tua jadi galau dan malah jadi ikutan nawarin anaknya yang belum sempet sarapan. “Kamu belum sarapan kan? Mau makan gak? Makan dulu gih biar gak masuk angin.” Hehehe. Strategi marketingnya berhasil.

Terus ada satu lagi yang lucu sih. Jadi ada orang yang mau minum teh dan ditawarin mau teh apa, terus mau panas atau yang dingin. Orangnya nanya balik kan, adanya teh apa aja. Sang pramugari dengan semangat ngejelasin mereka punya teh apa. Setelah orangnya milih, tahu gak pramugarinya bilang apa? “Maaf Pak. Ternyata tehnya abis. Mau diganti jadi Nu Green Tea aja gak yang botolan?” Beneran deh, aku yang denger kayak gitu rasanya mau ketawa. Udah capek-capek jelasin panjang lebar, akhirnya beli yang laen.

* * *

Announcement
Aku cukup senang mendengar pengumuman di pesawat pakai bahasa Indonesia. Tapi yang bikin surprise adalah pas pengumuman setelah pesawatnya mendarat, pramugaranya (iya pramugara, bukan pramugari) malah nyanyi!! Beneran deh! Super pede banget dia. Flight aku kebetulan pas tahun baru, jadi setelah dia nyampein pengumuman yang resminya, dia ngucapin Happy New Year dan mau nyanyiin sebuah lagu. Kirain paling nyanyinya sebentar, atau cuma bagian reffnya doang tapi dia nyanyinya satu lagu full! Dari pesawat mendarat, tanda buat lepasin seat beltnya muncul, sampai pas lagi ngeluarin tas dari kabin pun nyanyinya masih belum habis. Hahaha. Akhirnya dia selesai nyanyi pas pintu pesawatnya dibuka. Suaranya sih.. biasa aja tapi thumbs up buat kepedeannya! Hehehe.

airasia_x_airbus_a330-300_nazarinia-3

* * *

Surprise aja ngeliat pelayanan di pesawat kayak gitu. Lumayan bisa bikin senyum-senyum sendiri dan gak berasa kayak lagi di pesawat. Hehehe. Tapi satu hal yang amat sangat berasa adalah orang Indonesia itu memang ramah ya! Friendly banget. Jadi gak heran kalau orang dari negara lain suka sama orang Indonesia yang terkenal sama murah senyumnya! ^^

WELCOMING 2017

Ini adalah salah satu post yang selalu aku tulis tiap tahun.

Awalnya cuma iseng-iseng nulis buat postingan karena aku males buat resolusi gitu tapi you-know-what, sebelum ganti tahun, aku selalu ngecek ulang post ini dan ternyata.. semua kejadian yang terjadi tahun itu berkaitan dengan kata yang aku tulis di awal tahun. Kayaknya lain kali, aku juga harus buat post tentang review tiap tahunnya deh. Hehehe.

So, my one word for 2017 is TRANSFORMATION.

017167ecb4df8bd1b5b8ed8b04300e38

P.S: You can check my one word for 2013, 2014, 2015 , 2016 here!

* * *

Aku beneran gak tau lagi deh tahun ini mau jadi kayak gimana. Jujur aja tahun 2016 kemarin itu tahun yang cukup berat. Udah gak keitung lagi deh dimana aku tidur atau kebangun dengan bercucuran air mata. Sampe capek sendiri. Makanya tahun ini sebenernya mau slow down dalam menghadapi hidup, tapi ternyata dapet katanya ini.

Cerita soal ulat hijau yang bertransformasi jadi kupu-kupu ini terus terulang sejak bulan Desember kemarin. Dan entah kenapa masa belakangan ini, aku denger cerita tentang ulat bulu dan kupu-kupu terus. Huhu. Semuanya menegaskan tentang bagaimana si ulat harus keluar dari kepompongnya dan semuanya itu butuh proses. Nah, proses apa lagi yang bakal terjadi di tahun ini? Secara lewatin tahun 2016 aja kayaknya udah babak belur gitu. ㅠ

* * *

Siap atau nggak, tahun 2017 sudah dimulai! Jadi…

꼬마 벌레야~ 날아라~

Blog Reader

Wah, udah lama banget gak update blog. Padahal sebenernya aku masih baca-baca blog orang, tapi gak pernah update blog sendiri. Terus, aku baru sadar kalau ternyata blog yang aku follow itu rata-rata topiknya sejenis tapi beda-beda juga cara ceritanya.

* * *

Beberapa topik blog yang sering dan suka aku baca:
– Tentang kehidupan di luar negeri
Entah itu di Asia, Eropa, Amerika, atau dimanapun, tetapi cerita tentang perbedaan budaya itu selalu menarik buat aku. Mungkin karena aku sendiri sekarang juga tinggal di luar negeri, jadi ada beberapa hal yang aku juga setuju, terus jadi mikir sendiri, “Oh, ternyata di negara itu juga begitu ya!”

– Tentang pekerjaan
Aku suka juga baca cerita orang tentang pekerjaannya. Kenapa? Karena kita kan biasanya cuma tahu dari luarnya doang, dan dengerin inside story dari orang yang kerja disana itu seru! Hehehe. Aku gak perlu tahu nama perusahaannya apa, atau atasannya si ini itu kenapa, tapi cerita tentang profesi itu sendiri udah cukup seru. Cara mereka dilatih, cara mereka menghadapi customer, cara mereka kerja, dll. Beberapa blog yang pernah aku baca itu orang yang cerita tentang pengalamannya jadi pramugari, dokter, dll. Tapi sebagian besar uda di-unfollow lagi karena.. mereka akhirnya sudah menikah dan isi blognya berubah jadi cerita tentang anak-anak. Hehehe.

– Tentang kehidupan sehari-hari
Ini biasanya sih blog teman-teman yang emang udah dikenal dan beberapa orang yang emang kisah hidupnya menarik (maksudnya cara dia cerita tentang hidupnya itu menarik). Blog-blog kayak gini nih yang mengingatkan aku bahwa kita semua adalah.. manusia, yang ada up-and-downnya dalam hidup.

 

Terus blog seperti apa yang aku kurang suka? Aku kurang suka baca blog yang isinya semua tentang review make-up, cafe, atau barang lainnya. Bukannya gak suka atau gimana, tapi untuk review-review seperti itu, aku mendingan cari reviewnya secara terpisah. Aku gak mau tiap hari baca review produk yang bahkan gak aku pake. Their reviews are useful but I won’t read it in daily basis. (No offense ^^)

* * *

Jadi mungkin setelah ini, aku bakal coba nulis sedikit tentang Korea dari sisi pandangku yang mungkin saja menarik bagi orang-orang yang gak tinggal di Korea.

Kalau ada saran untuk membahas tentang apa, silakan tinggalin komentar aja ya! Karena kadang apa yang menurut aku biasa-biasa aja, buat orang lain itu luar biasa.

Doa Mengubah Segala Sesuatu

Aku bukan tipe orang yang suka ngedengerin lagu sambil kerja karena malah jadi gak konsen. Kalaupun denger lagu, biasanya pilih yang instrumental karena kalau ada liriknya, malah jadi ikutan nyanyi. Hehehe.

Nah, hari ini aku lagi random ngedengerin lagu-lagu Indo karena kerjaan juga gak gitu sibuk, terus lagu ini ke-play gitu aja. Abis itu, aku juga secara gak sadar malah ngereplay lagu ini terus dengerin liriknya. Wah, ternyata liriknya pas banget sama kondisi aku saat ini.

Aku share ah liriknya sama videonya disini. 🙂

Saat keadaan sek’lilingku
Ada di luar kemampuanku
Kuberdiam diri mencariMu
Doa mengubah segala sesuatu

Saat kenyataan di depanku
mengecewakan perasaanku
Ku menutup mata memandangMu
S’bab doa mengubah segala sesuatu

Doa orang benar bila di doakan
Dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan

S’perti mata air di tangaMu
Mengalir ke manapun kau mau
Tiada yang mustahil di mataMu
Doa mengubah segala sesuatu

I think it is God’s reminder for me. It’s time to kneel down and pray. 🙂

Fight the Battle

I had this weird thought, something rebellious that I want to do since last Sunday. But at the same time, I know that it’s so wrong, I can’t do that because I’m sure lots of people will get hurt because of me. I also realise that if I do that, I’m not gonna be happy either.

So, basically my mind was so complicated. Last night, I was half-asleep and when I’m trying to find comfortable position to sleep, I opened my Bible app and this verse caught my eyes.

picsart_01-26-05.32.00.jpg

James 1:5 (MSG)

Yup. I don’t know what I’m doing. I don’t even know what I want. So, I just asked God to help me, then I fell asleep.

Today, I re-watched the movie ‘War Room’ and God told me the answer.

You are fighting the wrong enemy. Don’t fight against people, but fight against the evil.

And don’t let them steal your joy. Your joy doesn’t come from your job, your friends or your ministry. Your joy can be found in Jesus.

The situation could be worse, but I’m not gonna let it steal my joy. I’m gonna fight for it. And now, I have to prepare myself for the battle.

* * *

For our struggle is not against flesh and blood, but against the rulers, against the authorities, against the powers of this dark world and against the spiritual forces of evil in the heavenly realms. (Ep 6:12)

 

 

The Gift of Grace

Reblog from: Majalah Pearl Blog
Written by Grace Suryani

* * *

Hari itu, hari paling baik bagi hidup anda. Nama anda terpampang sebagai penerima hadiah utama untuk jalan-jalan gratis ke Maldives selama 7 hari!! Tiket pesawat, penginapan, makan plus semua kegiatan anda di sana GRATIS tis tis. Anda tinggal bawa badan aja ke sono. Eh dan ini hadiah dari perusahaan bonafide bukan perusahaan KW2an.

Awalnya anda ga percaya. Sounds too good to be true! But ga lama ada representatif dari perusahaan yang datang ke tempat anda dengan membawa berkas-berkas tentang hadiah untuk anda. Dia juga menunjukkan file2 dan akhirnya meyakinkan anda ini beneran. Valid! Hebatnya lagi perusahaan tbs benar-benar menginginkan anda enjoy dgn liburan anda di Maldives, sehingga tiap minggu, mereka mengirim orang untuk mentraining anda supaya nanti siap ke sono. Diajarin bahasanya, dikasih cicip makanan lokal, bahkan sejarah singkat Maldives 101!! En ketika mereka tau anda ga bisa berenang, mereka kasih anda les berenang intensif!! Dan semua gratis tis tis. Jadi anda dipastikan bisa diving di sono. Wuih. Anda terharu banget nget nget.

Semua teman, kenalan, saudara ikut happy. “Wah enak yah mau ke Maldives! Selamet yeee … Jangan lupa bawa oleh2 ya!”

maldives-1

Hari keberangkatan pun tiba. Dengan mantap anda pergi bandara. Anda antri lalu kasih nama dan passport anda ke petugas check in. Daann ternyata, nama anda tidak tercantum di daftar penumpang. Anda panik dan tapi berusaha tetep tenang. Tapi, benar nama anda tidak ada! Buru-buru, anda menghubungi perusahaan yang menawarkan hadiah itu kepada anda. Mereka pun kaget, katanya belum pernah terjadi sebelumnya!! Usut punya usut, ternyata salah satu dokumen kelengkapan yang krusial untuk pengeluaran tiket adalah, anda harus tanda tangan di sebuah form pernyataan bahwa anda menerima hadiah tsb. :0 Ternyata petugas pertama yang datang kepada anda, entah kenapa TIDAK menyuruh anda tanda tangan! Dan semua petugas, pelatih renang, guru bahasa, koki dll, tidak ada satupun yang check dengan anda apakah anda sudah tanda tangan atau belum: mereka semua berasumsi anda mestinya sudah tanda tangan! (Karena menurut prosedur, itu mestinya di tahap awal! Dan anda waktu itu sudah latihan renang 2 bulan, sudah lulus ambil kelas sejarah maldives 101.

Paraaahhhh!! Anda lemes banget.
Eh lalu tiba-tiba anda inget, guru renang anda pernah tanya, “Eh kamu sudah tanda tangan belum dokumen xyz belum?” Anda mikir sejenak, ada banyak file yang anda isi waktu itu, anda ga inget, ga yakin, lalu anda jawab, “Hem ga tau deh. mestinya udah yah.” Dan guru anda menjawab, “Oya yah mestinya udah yah.” Anda tidak check dan recheck lagi, Alhasil Bye-bye Maldives …

* * *

Guys, ada pengalaman yang lebih parah itu. Lebih parah dari gagal ke Maldives. Yaitu, jika anda pikir anda sudah punya ‘tiket ke surga’, tapi ternyata anda belum. Ternyata anda belum pernah melakukan satu tindakan untuk menyatakan, ya, anda menerima hadiah keselamatan dari Tuhan Yesus. Anda belum pernah berdoa dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi anda. Anda bisa ada di gereja seumur hidup anda,

Naik turun majelis, pengurus komisi, ga pernah absen ikut pembinaan, bahkan mungkin anda yg jadi pembicaranya! Tapi, jika anda ga inget/ga yakin anda pernah berdoa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi anda, maka do it now! Lakukan sekarang!

Untuk hal2 macem tiket pesawat, booking hotel, kita ga pernah keberatan utk melakukan check dan konfirmasi, kalau ga inget udah print tiket belum, kita ga pernah keberatan print ulang, apalagi untuk hal yang sangat krusial ini! Ketinggalan pesawat, kita bisa beli tiket lagi. Tapi kalau kehidupan kekal, kesempatan kita hanya sekali …

Let me be the ‘kepo voice’, “Sudahkah anda menerima hadiah keselamatan dari Yesus Kristus? Sudahkah anda mengakui bahwa anda orang berdosa dan butuh juruselamat? Maukah anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi anda?” Jika anda ga yakin, do it now …

Keselamatan itu adalah hanya karena kasih karunia Tuhan semata, Kita bisa ‘percaya’ bahwa Tuhan kasih hadiah itupun juga karena kasih karunia Tuhan semata. Tapii … hadiah itu perlu anda terima! Jika anda tidak pernah menerima hadiah itu, tidak pernah menyatakan, “Yak saya mau”, yah seperti ilustrasi tiket di atas. Gagal Maldives itu sebelnya cuman sementara. Tapi jika gagal ke surga … penyesalan untuk selama-lama-lamanya …

Sudahkah anda menerima hadiah keselamatan dari Yesus?
Sudahkah anda memastikan bahwa orang-orang yang anda sayangi juga sudah menerima hadiah keselamatan itu?

* * *

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, 
bahwa Yesus adalah Tuhan, 
dan percaya dalam hatimu, 
bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, 
maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, 
dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

(Roma 10:9-10)

Welcoming 2016

Hai semuanya!

Aku kembali lagi nih. Hehehe. Terlalu banyak hal yang terjadi di tahun 2015 kemaren sampai gak sempet cerita-cerita. Dan entah kenapa, aku belakangan ini suka ragu untuk cerita hal-hal yang terlalu pribadi, jadi ceritanya malah masuk ke diary pribadi bukannya dishare. Hehe. Semoga tahun ini aku bisa banyak cerita-cerita disini lagi ya. Blog dibuka hampir tiap hari, tapi kerjaannya bukan nulis, malahan baca-baca blog orang lain.

Ngelanjutin tradisi tahun-tahun sebelumnya, aku bukan orang yang suka bikin resolusi. Jadi aku akan milih 1 kata aja untuk tahun ini.

One word for 2016, and that word is: OBEDIENCE.

jer_7_23

* * *

P.S: You can check my one word for 2013, 2014, 2015 here!

 

Happy 5th Birthday

Happy 5th birthday, The Little Light of Mine!

Thank you for being with me through all of this year.
5 years ago, 2010, is a difficult year for me, but, hey, that’s one of my tipping points in life.

2010. I’m on my 3rd year of college.
Struggling with my computer projects, Korean language, and
wandering what I’m gonna to do after graduation.

But now, it’s 2015.
Here I am. Still in Korea.
Sitting in front of my laptop at home, just finish doing a translation job,
checking the company’s advertisement that I made this morning,
and ready to take a shower after posting this. Hahaha.

My life isn’t perfect. But I’m thankful for everything I have now.

* * *

From a girl who tries to act cute

KakaoTalk_20151022_234515699

Busan. Spring 2010.

 To a woman who is ready to fly high 🙂

Seoul. Fall 2015.

Seoul. Fall 2015.

* * *

So, shine brighter Eveline. Shine!

light-shine

2015 First Half Review

Huah, akhirnya punya waktu buat nulis juga. Walaupun aku tahun ini jarang nulis, tapi ternyata tiap hari masih ada orang yang mampir kesini juga (thank you~). Dan sekarang aku udah bisa cerita tentang apa yang terjadi selama awal sampai pertengahan tahun 2015 ini.

Well, langsung aja yah ke intinya: I quit my job.
Iya, kamu ga salah baca. I quit my job after working as a programmer for 3 and half year.
3 tahun 6 bulan itu bukan waktu yang singkat, dan menurutku itu waktu yang cukup untuk beradaptasi dan belajar. Aku belajar banyak banget selama aku disana. Aku belajar bagaimana caranya bekerja di perusahaan Korea, seperti apa meeting dengan orang-orang Korea, pernah (atau lebih tepatnya sering) lembur juga, tau bagaimana rasanya menjadi satu-satunya orang asing yang berada di kantor.. Yup, I learned a lot.

* * *

Seiring bertambahnya kerjaan dan tanggung jawab, aku juga menyadari satu hal. I’m not good at programming. Hahaha. Ini mah uda tau sih sebenernya dari kuliah dulu. Dulu pas lulus kuliah, sebenernya uda dadah-dadah sama code-code, linux command dan teman-temannya. Eh, ternyata di kantor ketemu lagi. Iya, aku ga mahir dalam bikin program tapi aku suka kalau programnya udah jadi. Siapa juga yang ga suka ya kalau programnya ga jadi? Hihi. Aku sama sekali ga jago programming, aku cuma bisa programming tetapi aku rasa aku suka nyoba-nyoba program yang uda jadi, cari-cari errornya dimana (selama bukan aku yang disuruh ngerjain) hehehe.

Jadi salah satu titik dimana aku memutuskan untuk berhenti adalah pas awal tahun ini. Timku mencoba untuk membuat 1 project, 1 project yang bahkan ga tau mo dijual kapan, tapi intinya harus buat dan selesaiin itu selama 4 bulan. Iya, cuma punya waktu 4 bulan: 1 bulan untuk research dan 3 bulan untuk ngoding dan test. Projeknya mulai dari akhir Desember. Untungnya waktu itu aku sempet pulang dulu ke Indo, jadi aku baru mulai join projeknya dari awal Januari. Dari Januari itu sampai bulan April, aku kerja 6 hari seminggu, kurang lebih 15 jam sehari. Itu artinya, aku kerja dari Senin sampai Sabtu (kadang Minggu juga masuk, tergantung yang lain bisanya masuk hari Sabtu atau Minggu), dan aku kerja dari jam 9 pagi sampai…. jam 12 malam atau lebih. Rekor pulang paling pagi dari kantor itu jam 5 pagi, demi ga masuk kantor pas weekend.

Ditambah lagi, bulan Februari kemaren aku juga ada mission trip ke Filipina, wah pas deket-deket mission trip itu sih, luar biasa banget sibuknya. Kalau bukan karena karunia Tuhan, aku ga mungkin bisa pergi karena keadaan fisik sama sekali tidak memungkinkan. Project yang harusnya selesai akhir bulan Maret, akhirnya diundur sampai April, itu pun sambil ngurangin feature yang ada di programnya, jadi programnya cuma bisa mensupport main feature doang. Abis itu, I told my team leader that I want to quit this job.

* * *

a-new-chapter

Changing my career path, start a new chapter. Itu yang aku lakukan sekarang. Praise God, I found new job within 2 weeks. Dan kantor yang baru cukup dekat dari rumah, cuma 4 halte bus, bisa jalan kaki sekitar 30-40 menit, walaupun ga mungkin sih aku jalan kaki. Minggu depan aku baru bakal masuk di kantor yang baru. By the way, kantor yang baru itu perusaahan IT juga, not a big company though, so no more programming (I guess), tapi aku bakal tetep ngetes-ngetes program gitu juga, dan bakal megang bagian service and marketing untuk Indonesia. Beberapa orang bilang, kalau kerja di bagian service atau marketing itu akan sedikit challenging karena harus berhubungan dengan karakter orang yang berbeda-beda. Jadi aku rasa kerjaanku nanti bakal menarik hihi. Oia, nanti rekan kerja satu tim aku semuanya orang asing lho, yang orang Korea cuma managernya doang. Jadi mungkin ga bakal sering-sering lembur karena biasanya orang asing jarang kan yang mo lembur kecuali dibayar overtime atau gimana. CMIIW

Jadi itu yang aku alami selama 6 bulan terakhir ini. Conference di gereja bulan Juni kemarin juga sukses. Pendetanya ga cuma bahas tentang Korea, tapi juga ngebahas tentang apa yang terjadi di Israel, USA dan juga Indonesia! Aku percaya bahwa Tuhan akan melakukan sesuatu yang luar biasa di Indonesia. 🙂

Hmm, terus musim panas di Korea akan resmi dimulai minggu depan. Semoga tahun ini summernya ga panas-panas banget ya. Korea tuh lebih panas daripada Indonesia, lebih pengap gitu rasanya. Musim panasnya ga ada angin, kalaupun ada anginnya panas gitu. Untungnya sih sekarang kalau sore menjelang malem gitu anginnya masih sejuk hehe.

* * *

Sampai disini dulu deh ceritanya. Besok-besok aku cerita lagi deh soal kerja di Korea. Dadaah!

Invitation – Prepare the way of the Lord 2015

If you are happen to be in Seoul at the end of June,
I would like to invite you to “Prepare the way of the Lord 2015” conference
that will be held at Sejong Univ. on June 22 – 25 (Mon – Thu).

prepareway

This year, 4 preachers who are focusing on ministry and restoration around the world, will come and share the Word that they got from the Lord to us on these special conference.

  • Dutch Sheets – Excellent World Leader for Spiritual War and Intercessory Prayer
  • Cindy Jacobs – Prophetess for Restoration of Nations, founder of Generals International
  • Chuck Pierce – Prophet Declaring God’s Timing and Season, president of Glory of Zion International Ministries
  • Rick Ridings – Prophetic Intercessory Prayer Minister who Dedicated to Restoration of Israel, president of Christian Friends of Israel

For more information about the conference, please check this website :
Home Page – https://ydfc.wordpress.com
YouTube – https://www.youtube.com/watch?v=zmanugEn4UM

* * *

I went to this conference last year and I’m so blessed.
Especially, because I can listen to the sermon in English, not in Korean as usual 🙂
So, if you can come, you can contact me and we can attend the conference together.
God bless you!