2015 First Half Review

Huah, akhirnya punya waktu buat nulis juga. Walaupun aku tahun ini jarang nulis, tapi ternyata tiap hari masih ada orang yang mampir kesini juga (thank you~). Dan sekarang aku udah bisa cerita tentang apa yang terjadi selama awal sampai pertengahan tahun 2015 ini.

Well, langsung aja yah ke intinya: I quit my job.
Iya, kamu ga salah baca. I quit my job after working as a programmer for 3 and half year.
3 tahun 6 bulan itu bukan waktu yang singkat, dan menurutku itu waktu yang cukup untuk beradaptasi dan belajar. Aku belajar banyak banget selama aku disana. Aku belajar bagaimana caranya bekerja di perusahaan Korea, seperti apa meeting dengan orang-orang Korea, pernah (atau lebih tepatnya sering) lembur juga, tau bagaimana rasanya menjadi satu-satunya orang asing yang berada di kantor.. Yup, I learned a lot.

* * *

Seiring bertambahnya kerjaan dan tanggung jawab, aku juga menyadari satu hal. I’m not good at programming. Hahaha. Ini mah uda tau sih sebenernya dari kuliah dulu. Dulu pas lulus kuliah, sebenernya uda dadah-dadah sama code-code, linuxΒ command dan teman-temannya. Eh, ternyata di kantor ketemu lagi. Iya, aku ga mahir dalam bikin program tapi aku suka kalau programnya udah jadi. Siapa juga yang ga suka ya kalau programnya ga jadi? Hihi. Aku sama sekali ga jago programming, aku cuma bisa programming tetapi aku rasa aku suka nyoba-nyoba program yang uda jadi, cari-cari errornya dimana (selama bukan aku yang disuruh ngerjain) hehehe.

Jadi salah satu titik dimana aku memutuskan untuk berhenti adalah pas awal tahun ini. Timku mencoba untuk membuat 1 project, 1 project yang bahkan ga tau mo dijual kapan, tapi intinya harus buat dan selesaiin itu selama 4 bulan. Iya, cuma punya waktu 4 bulan: 1 bulan untuk research dan 3 bulan untuk ngoding dan test. Projeknya mulai dari akhir Desember. Untungnya waktu itu aku sempet pulang dulu ke Indo, jadi aku baru mulai join projeknya dari awal Januari. Dari Januari itu sampai bulan April, aku kerja 6 hari seminggu, kurang lebih 15 jam sehari. Itu artinya, aku kerja dari Senin sampai Sabtu (kadang Minggu juga masuk, tergantung yang lain bisanya masuk hari Sabtu atau Minggu), dan aku kerja dari jam 9 pagi sampai…. jam 12 malam atau lebih. Rekor pulang paling pagi dari kantor itu jam 5 pagi, demi ga masuk kantor pas weekend.

Ditambah lagi, bulan Februari kemaren aku juga ada mission trip ke Filipina, wah pas deket-deket mission trip itu sih, luar biasa banget sibuknya. Kalau bukan karena karunia Tuhan, aku ga mungkin bisa pergi karena keadaan fisik sama sekali tidak memungkinkan. Project yang harusnya selesai akhir bulan Maret, akhirnya diundur sampai April, itu pun sambil ngurangin feature yang ada di programnya, jadi programnya cuma bisa mensupport main feature doang. Abis itu, I told my team leader that I want to quit this job.

* * *

a-new-chapter

Changing my career path, start a new chapter.Β Itu yang aku lakukan sekarang. Praise God, I found new job within 2 weeks. Dan kantor yang baru cukup dekat dari rumah, cuma 4 halte bus, bisa jalan kaki sekitar 30-40 menit, walaupun ga mungkin sih aku jalan kaki. Minggu depan aku baru bakal masuk di kantor yang baru. By the way, kantor yang baru itu perusaahan IT juga, not a big company though, so no more programming (I guess), tapi aku bakal tetep ngetes-ngetes program gitu juga, dan bakal megang bagian service and marketing untuk Indonesia. Beberapa orang bilang, kalau kerja di bagian service atau marketing itu akan sedikit challenging karena harus berhubungan dengan karakter orang yang berbeda-beda. Jadi aku rasa kerjaanku nanti bakal menarik hihi. Oia, nanti rekan kerja satu tim aku semuanya orang asing lho, yang orang Korea cuma managernya doang. Jadi mungkin ga bakal sering-sering lembur karena biasanya orang asing jarang kan yang mo lembur kecuali dibayar overtime atau gimana. CMIIW

Jadi itu yang aku alami selama 6 bulan terakhir ini. Conference di gereja bulan Juni kemarin juga sukses. Pendetanya ga cuma bahas tentang Korea, tapi juga ngebahas tentang apa yang terjadi di Israel, USA dan juga Indonesia! Aku percaya bahwa Tuhan akan melakukan sesuatu yang luar biasa di Indonesia.πŸ™‚

Hmm, terus musim panas di Korea akan resmi dimulai minggu depan. Semoga tahun ini summernya ga panas-panas banget ya. Korea tuh lebih panas daripada Indonesia, lebih pengap gitu rasanya. Musim panasnya ga ada angin, kalaupun ada anginnya panas gitu. Untungnya sih sekarang kalau sore menjelang malem gitu anginnya masih sejuk hehe.

* * *

Sampai disini dulu deh ceritanya. Besok-besok aku cerita lagi deh soal kerja di Korea. Dadaah!

4 thoughts on “2015 First Half Review

  1. Hai Kak Velyynn!
    Sukses di career pathnya yang baru kak, langkah berani tuh buat keluar di kerjaan yang udah settle hehe..
    Btw kk Korea mananya sih kak? Aku kalo ke Korea boleh dooong mampir :p

  2. haaah apple?? akhirnya lo pindah kerja?? waaahhhh gue turut sangat senang sekali mendengarnya!!! pel lo ada nomor hp gue ga sih, whatsapp me dongg gue udah gonta ganti hp jadinya jarang pake line lagi hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s