Bahagia itu sederhana #7

Bahagia itu adalah …

Ketika kamu menyadari bahwa kamu punya teman-teman baik yang bisa ditelpon tengah malam.

Ketika mereka langsung merespon ketika kamu bilang “aku kesepian” atau “I just don’t feel good” tanpa harus berbicara panjang lebar tentang keadaanmu sekarang.

Ketika kamu tau bahwa hanya mendengar suaranya saja kamu bisa merasa lebih baik. Terserah mereka mo ceramahin kamu macem-macem atau mereka mau cerita panjang lebar tentang hal-hal lain. Mereka ga peduli kalau kamu cuma diam dan mendengarkan, mereka hanya berusaha untuk mengalihkan pikiranmu ke hal lain yang positif.

Yup, itu berhasil! Setelah beberapa saat kemudian, kamu pun menutup telpon dengan perasaan yang jauh lebih baik dan bisa tidur dengan nyenyak malam itu.

* * *

Sepotong percakapan di malam itu..

“Udah tidur?”
“Belum.”
“Tumben jam segini belum tidur. Lagi ngapain?”
“Ga lagi ngapa-ngapain. Not in a good mood”
“Period?”
“Nope”
“Lalu?”
“그냥.. 외로웠어요”
“에블린.. 알아? Itu salah satu kelemahan kamu. Kalau uda tau kamu lemah di bagian itu, diantisipasi dong sebelumnya.”
“…. Emangnya bisa sesuka hatiku, mau kesepian apa ngga ….”

After long conversation, malam itu ditutup dengan satu ayat:

“Don’t worry about anything; instead, pray about everything. Tell God what you need, and thank him for all he has done.  Then you will experience God’s peace, which exceeds anything we can understand. His peace will guard your hearts and minds as you live in Christ Jesus.”
– Philippians 4:6-7 (NLT)

* * *

You are born to be loved.

Last weekend I spent Saturday night with my best friend. No, we didn’t eat at nice and fancy restaurant or something, but we just spend few hours together doing the things that usually a student do. Eat some street food (Hello Nutella crepes, 닭꼬치 and 호떡!) also did some shopping together. We took the same subway to go home that day. Just before I got off from the subway, she said, “Remember, you are born to be loved. 당신은 사랑받기 위해 태어난 사람이야~” and she started to sing the song that I learn before I went to Korea 6 years ago.

Korean Street Food

Korean Street Food

Hari sebelumnya, aku sempet merasa kesepian karena semua kegiatan yang padat di bulan Febuari sudah berakhir dan aku tiba-tiba aku punya waktu luang yang banyak (biasanya penuh sama latihan dan rapat ini itu). Pas dia bilang itu, aku langsung sadar bahwa aku tidak sendirian. Banyak orang yang peduli dan sayang sama aku. Walaupun mereka jauh, tapi aku tau sepotong kata “kangen” dan “how was your day?” itu tidak diucapkan dengan basa-basi tapi diucapkan karena mereka memang peduli.🙂

* * *

Bahagia itu adalah …

Menyadari bahwa kamu diciptakan untuk menerima cinta. Dan kamu sedang menikmatinya sekarang dimanapun kamu berada dan apapun bentuknya itu.

“당신은 사랑 받기 위해 태어난 사람
당신의 삶속에서 그사랑 받고있지요~”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s