Bahagia itu sederhana #5

Nama Panggilan

Seperti ketika ada orang yang bisa mengingat spelling namamu dengan benar.

Dan ketika anak kecil bisa mengingat namamu (orang asing yang baru ketemu beberapa kali) daripada nama orang Korea yang sudah sering banget ketemu sama dia.

* * *

Sejak aku kerja di Seoul ini, nama panggilanku berubah lagi. Sekarang, selain teman-teman kuliah, rata2 manggil aku dengan nama asli. Walaupun masih sangat asing dengan orang yang manggil aku dengan Eveline dan langsung bisa dipastikan kalau orang itu baru bertama kali ketemu sama aku, tapi uda ga asing lagi sih kalau denger orang manggil aku dengan 에블린 (read: Ebelin – Korean pronounciation) disini.

Tapi selain itu ada 2 panggilan baru yang baru muncul tahun ini. Dulu pas kuliah, kebanyakan anak-anak kecil kaya anak sekolah minggu gitu manggil aku dengan panggilan atau 선생님 (guru) , 언니 atau 누나 (kakak) which sounds okay. Tapi sejak pindah ke Seoul, tebak anak-anak kecil disini manggil aku dengan panggilan apa?? 이모. 에블린 이모 (read: Ebelin Immo – Aunty Eveline). Huehehe. Naek pangkatnya jauh banget ya dari cici ke tante.

Dan yang lucunya adalah anak-anak ini katanya lebih hafal namaku daripada nama beberapa orang korea lainnya yang biasa main bareng mereka. Tapi yah, namanya juga anak kecil, cara ngomong mereka juga masih belum jelas, jadinya seenaknya mereka aja manggilnya.

* * *

Ada 1 anak pendeta, umur 4 tahun, namanya David. Sejak dulu aku ajak main bareng pas mission trip di Filipin, dia jadi demen nyariin aku terus kalau di gereja. Selalu teriak-teriak 에블린이모 어디 있어?? (read: Ebelin Immo ada dimana??) kalau kebaktian uda selesai. Abis itu semua orang langsung laporan kalau ketemu aku, dan bilang David uda nyariin. Untuk anak seumuran gitu, kayanya 에블린 이모 itu agak terlalu panjang untuk diucapkan sama dia, jadi kadang-kadang dia suka nyingkat namaku jadi 에블린모 (read: Ebelin Mo). Udah deh abis itu semua orang kadang-kadang jadi ikutan manggil aku 에블린모 juga.

Lalu, yang ini baru diceritaiin pas makan siang barusan sama atasan aku. Jadi beberapa bulan yang lalu, aku pernah ngundang beberapa orang kantor untuk lunch bareng di rumahku. Dan salah satu dari mereka bawa anaknya, namanya Eden. Anak cowo sih, tapi dia seneng banget main di rumahku. Secara banyak mainan (waktu itu pas lagi ada balon-balon) dan boneka yang gede-gede jadi dia sih asik-asik aja maen di rumah. Terus minggu kemaren, kami lunch di rumah atasan yang lain, dan si Eden ini ikutan lagi. Nah, pas pulang ke rumahnya, dia ditanya sama papanya, tadi abis ngapain. Terus dia jawabnya, “abis ketemu sama 애벌레 임모 (read: Ebolle Immo –  Aunty Catterpilar , alias Tante Ulat) dan mamanya langsung ketawa ngakak. Hahaha. Pasrah deh anak-anak itu mo manggil apa. Abis kalau didenger lucu juga dan dengan begitu, mereka juga kan bisa lebih inget namaku daripada nama orang lain. Hehehe.

애벨레 (Ebolle - Catterpillar)

애벨레 (Ebolle – Catterpillar)

2 thoughts on “Bahagia itu sederhana #5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s