A Jammed July

Hellow! I’m back. Nicely sitting at my desk since 8.40 am, 20 minutes before the official work hour starts.

Let me update something about things that happen to me in the last few weeks. Jadi, beberapa hari yang lalu aku baru aja balik dari mission trip ke Philippines. Bulan kemarin itu aku sibuk banget sama persiapan buat mission trip ini. Too many things to do. Saking sibuknya, aku baru packing beberapa jam sebelum berangkat dan sekarang masih agak ga percaya kalau aku uda kembali dari mission trip ini.

Entah kenapa aku yang tadinya cuma join worship dance team, jadi ikutan join children ministry team dan secara ga langsung juga join di media team as a translator. Selama bulan Juli, aku harus merelakan jam mainku bersama teman-teman pas weekend (mereka travel dan jalan-jalan tanpa aku huhu), lalu mau ga mau harus menggeser jam tidurku juga. Aku yang biasanya jam 11 malem uda di ranjang, selama bulan kemaren malah jam 1 atau jam 2 pagi baru sampai di rumah. Pulang kantor pun harus langsung buru-buru ke gereja karena ada latihan dance atau harus siapin bahan-bahan untuk children ministry. Di kantor pun masih nyolong-nyolong waktu untuk translate kotbah karena di rekaman kotbahnya mau ditampilin subtitle bahasa inggris.

Biasanya hari Minggu, abis selesai kebaktian, HP ga berenti getar karena semua team ngajakin rapat. Jam 7 latihan doa dan evangelism dalam bahasa inggris, dilanjutin sama belajar Tagalog. Jam 8 latihan nari. Jam 8.30 harus bikin gerakan untuk lagu-lagu sekolah minggu. Terus biasanya aku tiba-tiba ditarik ke media room, disuruh bantu translate dan lain-lain. A busy month.

Ada pula saatnya badan uda cape berat dan aku pun mulai mengeluh. Mengeluh karena ga bisa main sama teman-teman, karena kurang tidur (padahal banyak yang harus begadang sampai jam 4-5 pagi, lalu mereka harus bangun jam 8 untuk berangkat kerja). Tapi di saat itu, untungnya ada teman-teman yang selalu menopang. Mereka yang bilang “에블린 잘 하고 있어~” (You’re doing a good job!)

Dan yah, setelah semuanya itu berakhir beberapa hari yang lalu, tepatnya 2 hari yang lalu, aku mengakui bahwa I missed that time. Aneh banget rasanya kemarin. Begitu selesai kebaktian langsung bisa pulang. Kaya ada yang ilang. But it was a great experience.

Hari ini aku sengaja dateng pagian ke kantor. Harus beresin kerjaan kantor yang terbengkalai 1 minggu. I must go back to my usual life, but I think my life will never be the same.🙂

Aku akan cerita tentang mission trip di post selanjutnya. Stay tune!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s