Yang sudah berlalu

Ternyata aku tidak sesiap itu untuk membuka kembali buku yang sudah kututup dan kusimpan rapat-rapat dalam lemari.

* * *

Cell group kemarin tiba-tiba beda dari biasanya. Biasanya lebih fokus ke ayat Alkitab, yang kemarin lebih fokus ke sharing. Topik sharing sebenernya itu tentang follow God’s voice, tentang domba-domba yang selalu nurut sama gembalanya dan bisa ngebedain suara gembalanya itu. But somehow, topik sharingnya jadi geser dikit ke.. cowok. Yaaah, masih bisa dihubung-hubungin sih. Tentang apa efeknya dalam relationship kita kalau kita nurut atau ga nurut sama apa yang Tuhan uda kasih tau.

Pas aku disuruh sharing, tumben-tumbenan aku ga bisa cerita. Aku biasanya bisa dengan santai cerita ini itu tentang hubungan yang dulu, tapi entah kenapa, kemaren tuh ga bisa. Mungkin karena biasanya teman-teman udah tau ceritanya, jadi mereka lebih ngerti dan tentunya, ga perlu jelasin dari awal lagi. Tapi karena kemaren aku harus cerita dari awal, I just..can’t. Too much kata-kata dan kejadian yang muncul di kepala tapi aku ga bisa ngeluarin adegan-adegan itu dalam bentuk kata-kata. So, I just told them the summary of my love story.

Agak ga puas sih sebenernya karena aku tau, ada yang bisa mereka dapet dari ceritaku. Tapi sekali lagi maaf, ternyata tidak semudah itu untuk membuka kembali cerita-cerita yang sudah lalu.

* * *

Dulu aku pernah bahagia bersama dia..

Sekarang, aku lebih bahagia karena aku tau Tuhan sendirilah yang menulis cerita cintaku..

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s