[Cerpen 300 kata] Payung Cinta

“Wah, hari ini hujannya deras sekali,” kata seorang temanku.
“Iya. Untung aku bawa payung besar, bukan payung lipat. Kalau tidak, mungkin aku sudah basah,” kataku diiringi dengan hembusan angin yang cukup kencang.
“Payungmu terlihat kuat,” kata temanku lagi sambil memegangi payungnya erat-erat supaya tidak terbawa angin.

“Tentu,” jawabku sambil tersenyum. “Payung ini telah menjadi temanku sejak lama.”
Payung cinta, kataku dalam hati.

☂ ☂ ☂

 “Yah, kok tiba-tiba hujan sih? Kita kan tidak bawa payung. Sepertinya kita harus menunggu sampai hujannya agak reda,” ujarku. Kamu hanya diam saja sambil melihat keadaan sekitar. “Hujannya sepertinya tidak terlalu deras. Kamu tunggu disini sebentar yah. Aku akan segera kembali.” Kamu pun berlari menerjang rintik-rintik hujan di sore itu.
Aku masih berdiri sambil berteduh di tempat yang sama. Tidak lama kemudian, kamu kembali dengan seukir senyum sambil membawa sebuah payung. Payung ungu bergambar kucing yang cukup besar. Cukup untuk membuat kita berdua tidak kehujanan.
“Gimana? Bagus ga? Payung yang lain polos, ga ada gambarnya. Jadi aku pilih yang ini deh. Suka?” tanyamu. Sebenarnya aku lebih suka anjing daripada kucing. Aku juga lebih menyukai warna pink atau biru daripada warna ungu, tapi aku mengangguk sambil tersenyum, “Suka kok.”

Sejak hari itu, payung kucing itu selalu setia menemaniku di kala hujan datang.
“Payung ini hebat banget ya. Di saat payung yang lain rusak karena angin atau hilang karena ketinggalan di suatu tempat, payung ini ga pernah kenapa-napa,” ujarku setelah melewatkan beberapa tahun bersama payung itu.
“Oh iya dong. Payung cinta,” pamermu dengan bangga. “Dibeli dan selalu dipakai dengan cinta, mana pernah dia kenapa-napa.”

 ☂ ☂ ☂

 Setibanya di rumah, aku segera menjemur payung itu supaya tidak karatan terkena air hujan yang masih belum kering. Aku meliriknya sekali lagi. Kenangan lama tentang kita berdua pun muncul silih berganti. Aku tersenyum mengingat hal-hal yang sudah terjadi di bawah naungan payung itu. Terima kasih, gumamku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s