Thai Wave at Hans Apt

Bulan depan rumet bakal jalan-jalan ke Thailand dan entah kenapa, seminggu belakangan ini kami sepertinya mulai terkena gejala-gejala Thai wave. Semuanya dimulai dari sang rumet yang tiba-tiba mencari video tentang seorang transgender yang ikutan acara Thailand Got Talent. Seorang cewek yang cantik dan punya suara yang lumayan oke (Bell Nuntita). Pertamanya dia nyanyi pake suara cewenya, terus di verse berikutnya, dia nyanyi dengan suara cowok! Liat deh videonya disini.

Gokil. Dia bisa duet sama dirinya sendiri. Haha. Lalu kami akhirnya nyari lagu yang dia nyanyiin soalnya lagunya enak! Judulnya mild by unloveable. Ga cuma lagunya doank, kami akhirnya nyari liriknya juga dan mulai ikutan nyanyi. Lirik lagu yang aslinya dalam bahasa Thailand itu udah di romanization, alhasil jadinya susah banget buat dibaca. Mungkin gini kali yah perasaan orang-orang yang mau nyanyi lagu Korea tapi ga bisa baca hangel, jadinya baca pake romanizationnya. Hasilnya? Cara bacanya ga gitu pas dan para fans Kpop memutuskan untuk belajar hangel. Nah kami juga gitu. Susah banget baca liriknya dan kami mencoba untuk melirik ke alfabet aslinya. “Mungkin kalau kita bisa baca tulisan thainya, bakal jauh lebih baik daripada baca romanizationnya,” pikir kami. Kami pun mulai meng-google bahasa Thailand dan ternyataa alfabetnya cukup susah. Ga kaya hangel yang ada abc-nya, ini semuanya gambar cacing-cacing terus cara bacanya mirip-mirip semua. Batal deh belajar bahasa Thailand kilatnya. Haha. Tapi kami menemukan lagu yang sama versi bahasa inggrisnya, jadi kami dengerin yang itu aja deh.

Nah ga berenti sampai situ doank. Kami pun mulai mengeluarkan stok film-film Thailand yang kami punya. A little thing called love dan hello stranger. Aku sih uda pernah nonton ‘A little thing called love’ tapi film ini ditonton ulang juga masih tetep bagus. Ceritanya tentang anak smp yang suka sama kakak kelasnya dan dia berusaha untuk berubah jadi cantik demi cowok yang disukainya. Jalan ceritanya diambil dari kegiatan anak sekolah sehari-hari jadi penonton juga kadang-kadang mikir, “ih dulu aku juga pernah ngerasain / mengalami hal yang sama”. Pas nonton untuk yang kedua kalinya pun, aku masih tetep terharu (hampir nangis sih sebenernya) di bagian-bagian tertentu. Dan satu lagi, cowok pemeran utamanya ganteng! P’Shonee!!

Terus besoknya, kami nonton hello stranger. Ini ceritanya tentang 2 orang yang ketemu ketika travel di korea, kemudian mereka saling jatuh cinta tapi mereka ga tau nama masing-masing. Film ini lebih lucu sih sebenernya tapi lebih ga rasional. Mungkin karena tempat syutingnya itu di korea (dan aku tau kurang lebih suasananya kaya gimana), jadi aku kadang-kadang mikir, mereka ga mungkin banget melakuin hal itu di tempat kaya gitu. Sedangkan si rumet, suka banget sama tokoh cowok di film ini. Aku sih prefer P’Shone. Haha.

Jadi kurang lebih selama 4 hari berturut-turut rumah kami penuh dengan hal-hal tentang Thailand. Kami juga akhirnya belajar beberapa suku kata dalam bahasa Thailand lhoo.

P’ = kakak (ex: P’Shone = kakak Shone)
Khun = you, Mr/Mrs.
Gor roo = I know
Krab = add at the end of sentence to make it formal (male speakers only)

Sekian laporan tentang Thai wave di kediaman kami. Apakah kamu juga tertarik dengan Thai wave?

One thought on “Thai Wave at Hans Apt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s