Notitiers dan kawan-kawan

Bertemu dengan teman2 adalah hal yang wajib dilakukan setelah aku tinggal dan kerja di ibukota negeri ginseng ini. Kami yang biasanya cuma ke tempat belanja, makan, ngafe lalu pulang, akhir2 ini kegiatannya mulai berubah menjadi lebih menarik. Selain karena faktor cuaca yang makin lama makin hangat (alias panas!), kami juga sudah mulai bosan pergi ke tempat itu-itu saja.

Di saat semua orang menyambut musim semi dan sakura dengan gembira di pinggir HanGang, aku, Sali dan Ko Daniel (geng nontiti – notitiers, diambil dari nama mobil Ko Daniel yang sering menemani kami), kami malah pergi ke museum perang. Selain jadi tau lebih dalam tentang perang Korea, kami melewatkan sore itu bersama dengan tank, helicopter, pesawat dan alat2 perang lainnya. Hihihi.

Minggu depannya, begitu tau Sali ga harus masuk ke kantor pas hari Sabtu, kami langsung memutuskan untuk pergi ke Busan, yang 3 jam jauhnya dari Seoul. Hari itu keputusan dibuat, hari itu pula kami kelabakan nyari tiket karena semua tiket dengan jam yang bagus uda abis pas weekend. Entah karena sebegitu kangennya kami sama Busan, atau karena terlalu stress dan mumet hidup di Seoul, kami benar2 memaksimalkan waktu yang kami punya untuk berlibur – melarikan diri – ke Busan.

Pulang kerja, aku dan Ko Daniel langsung ke stasiun kereta, dan nyampe Busan hampir jam 12 malam. Sali, yang masih harus nungguin siaran sampai jam 1 pagi – kena omel pula, menyusul keesokan harinya, pagi2 ke Busan. Busan menyambut kami dengan badai – hujan angin yang keterlaluan banget gedenya, padahal kami mau jalan2. Ko Daniel yang merelakan diri ga bisa tidur nyenyak karena digangguin sama Sojong, Sali yang cape dan kurang tidur, Apel yang rela maen abis2an di Busan karena ternyata dapet day off hari Senen depannya, disambut dengan hangat oleh teman2 dan adik2 yang manis disana. Truthly speaking, kehadiran kalian sudah amat sangat cukup untuk kami.

Main, bercanda, melepas kangen. Ga ngapa2in pun hati tetap senang! Hehehe. Sayang sekali, liburan itu hanya berlangsung singkat dan kami harus kembali ke ibukota, meghadapi kenyataan. Aku salut banget sama Sali dan Ko Daniel yang bisa bangun pagi untuk kerja keesokan harinya. Aku sendiri baru berasa cape pas nyampe rumah.

Minggu kemaren, lagi2 kami main diluar. Notitiers ditambah 1 couple (Darta & Envy) berubah menjadi RyuJeong genk (diambil dari nama rumahnya Sali). Kami bersepeda sekitar 2 jam dari 선유도, melewati 여의도, sampai ke 셋강 dan balik lagi. Pas uda selesai, badan dan kaki pegel2, pantat pun sakit. Haha. Dan besoknya aku demam, mungkin karena kompilasi antara cape, masuk angin, dan mau pilek.

Dan.. minggu ini, kami akan kedatangan tamu dari Busan! 2 orang teman, Anna dan Bania yang mau interview di Seoul. Ayo teman2 main! And good luck for the interview!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s