Aku baik-baik saja

Barusan baca cerita fiksi dr kompasiana yang menceritakan tentang anak perempuan yang tinggal jauh dari rumah, tapi dekat ke kampus, dan dia harus menghadapi sidang skripsi keesokan harinya. Tapi ternyata malam itu ada gempa di kampung halamannya dan itu menyebabkan mamanya tertimpa runtuhan rumah karena gemba tersebut.

Sebelum sidang, sang anak masih menyempatkan diri untuk menelpon mamanya, dan mamanya bilang bahwa dia baik-baik saja. Tapi setelah sidangnya selesai, dia mendapat kabar bahwa mamanya sudah tiada dan dia baru tau kalau kondisi mamanya sudah kritis dari tadi pagi, ketika dia terakhir menelpon.

(Link:Β http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/04/26/mama-baik-baik-saja/)

Pas baca, rasanya β€œjleb”, dapet banget feelnya. Bukan karena pengaruh sang penulis yang sudah menceritakan cerita itu dengan sangat baik. Bukan. Tapi karena aku juga pernah merasakan hal yang sama.

Summer, 2010. Mama saat itu sedang berjuang melawan sakitnya. Sudah dioperasi dan sedang menjalani kemoterapi. Aku tau mama kesakitan bahkan sampe ga bisa tidur tapi mama ga bilang itu sama aku. Aku pun masih memegang harapan bahwa aku akan punya kesempatan untuk bertemu dengan mama beberapa bulan lagi, ditambah dengan kuliahku yang akan selesai dalam waktu satu setengah tahun, which means, aku hanya perlu bertahan sebentar lagi sebelum seluruh keluargaku datang dan merayakan kelulusanku di negeri ginseng ini.

Sebelum final test semester itu (tahun ke3, semester 1), mama harus ke rumah sakit lagi buat di kemo. Butuh 2 minggu untuk pemulihan, ntr abis itu kita bisa ngobrol lagi ya, begitu kata mama. Berarti pas waktunya, pikirku. 2 minggu lagi, mama kluar dari rumah sakit, aku juga uda selesai final test dan liburan summerku akan dimulai. Aku akan homestay di rumah salah satu orang gereja, terus travel ke Kanada dan mungkin bisa mampir ke tempat mama juga.

Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain. Di hari terakhir aku final test, hari dimana aku juga seharusnya memimpin acara penutupan semester di sekolah, di hari itu juga mama dipanggil pulang sama Tuhan. Duniaku rasanya hancur dalam seketika.

Kaget banget pas denger beritanya. Aku tau mama bukan orang yang gampang menyerah, aku juga tau mama pasti ngomong ke aku kalau terjadi apa-apa. Ternyata demi aku yang lagi final test ini, mama bahkan melarang semua orang kasih tau aku. Aku baru tau beberapa hari kemudian, kalau mama ternyata udah koma beberapa hari, kalau mama bahkan uda ngerekam video untuk disampaikan kepada anak2nya ini. Aku juga baru tau kalau mama.. ternyata ga baik-baik saja.

Aku baik-baik saja. Kata-kata bohong itu kadang keluar dari mulutku begitu saja. Entah karena aku tidak ingin mereka cemas dengan keadaanku, atau karena aku berusaha untuk tetap kuat dan menyakinkan diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja padahal sebenarnya tidak?

Sedih, kecewa, marah, semua rasa campur aduk jadi satu. Sedih karena mama harus pergi. Kecewa sama diri sendiri karena tidak mendoakan mama dengan lebih rajin. Kecewa karena aku ternyata lebih fokus ke pelajaran sekolahku, bukan ke orang tuaku sendiri. Marah juga sama Tuhan karena Tuhan tega2nya ambil mama dari aku.

Tapi di sisi lain aku belajar. Belajar banyak banget malah dari kejadian ini. Belajar bahwa yang namanya orang tua itu akan selalu sayang sama anaknya dan ga ingin anaknya cemas. Aku juga menyadari bahwa doa itu punya kuasa (kuasa yang besar!) dan Tuhan itu ga bakal sekalipun ninggalin aku, walaupun aku sering banget kabur dari hadapanNya.

Hari ini pas liat kalender, aku juga baru sadar, uda hampir 2 tahun sejak kejadian itu. 2 tahun! Waktu berjalan dengan cepat ya. Walaupun aku kadang2 kangen sama mama, tapi biarkanlah rasa kangen itu menjadi suatu tanda sayangku sama mama.

Mama, sekarang baik-baik saja kan disana? Aku juga baik-baik aja koq disini.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s