E-7 Working Visa (1)

Sering banget denger cerita temen2 tentang betapa susahnya apply working visa alias E-7 di Korea ini. Minimal harus 2x bolak-balik ke imigrasi sampai akhirnya dokumennya bisa diterima oleh petugas disana. Dokumen itu ga sepenuhnya ditolak, sang petugas biasanya menyuruh kita untuk membawa dokumen tambahan, kemudian menyuruh kita datang kembali di hari yang lain. Which means, kita harus datang lagi, ambil nomor antrian, antri lagi, kemudian baru dokumennya diperiksa lagi.

Syarat mutlak untuk pelamar visa ini adalah orang2 yang sudah lulus S2 atau yang sudah punya pengalaman kerja min 1 tahun. Lalu gimana dengan anak2 S1 yang baru aja lulus dan ga punya pengalaman kerja sama sekali? Nah, sebelum lulus, dulu pernah ada yang bilang, kalo dapet kerjaan yang sesuai sama jurusan pas kuliah bakalan lebih gampang dapet visanya, klo jurusannya beda, harus nulis 1 dokumen tambahan yaitu 고용 사유서. Di dokumen tersebut, kamu harus tulis kenapa kamu kerja di perusahaan yang beda sama jurusan yang kamu pelajari pas kuliah.

Berbekal info yang aku dapet dari teman2 yang sudah lebih dahulu apply dan mendapatkan visa tersebut, datanglah aku ke imigrasi terdekat dengan membawa semua dokumen yang wajib diserahkan kepada sang petugas. 8.30 pagi aku sudah sampai di kantor imigrasi dan orang2 uda pada ngantri padahal imigrasinya baru buka jam 9. Antrian mulai panjang dan herannya, pintu ga dibuka2 juga padahal uda lewat dari jam 9. Ternyata, hari itu dan besoknya, kantor imigrasi akan dibuka jam 10 karena lagi ada conference tentang nuklir di ibukota Korea saat itu. Sang petugas pun berbaik hati membagikan nomor supaya kami bisa duduk sampai waktunya imigrasi itu dibuka. Aku dapet nomor 40.

Aku pun baru dilayani sekitar pukul 11 siang oleh seorang wanita, yang akhirnya menyuruh aku datang kembali dengan membawa dokumen tambahan tentang alasan kenapa kantor ingin mempekerjakan seorang foreigner. Oke.

Aku pun meminta HRD kantor untuk membuat dokumen tersebut, kemudian keesokan harinya, aku pun dengan rajin mengantri kembali di imigrasi dari jam 8.15 karena ga mau nunggu lama2 nantinya, padahal aku jelas2 tau klo imigrasinya baru bakalan buka jam 10. Akupun sukses mendapatkan nomor 24. Yes, aku ga usah nunggu lama2, pikirku. Aku pun menunggu selama 1 jam sebelum dilayani oleh seorang bapak gendut yang dari tampangnya sih terlihat cukup asyik untuk diajak bercanda. Tapi sayangnya tidak saudara2! Dia nyebelin banget!!

Aku pun dengan pede menyerahkan dokumenku dan bilang klo kemaren aku udah kesini dan aku cuma disuruh bawa 1 dokumen tambahan. Cukup lama dia ngecek dokumenku 1-1 sampai akhirnya dia bilang, “Sayang sekali, kamu ga bisa apply sekarang. Kamu masih kurang dokumen ini itu.”

WHAT?! Aku udah 2 hari berturut-turut ke imigrasi, cuma masuk kantor stengah hari (well, yg ini sih sbnrnya gpp, cuma ga enak aja sama orang kantor. Masa masih intern tapi udah bolos2), bangun pagi2 demi ngantri, dan dia menyuruhku buat melengkapi dokumen lagi sedangkan aku cuma punya waktu 3 hari kerja sebelum masa berlaku student visaku abis!!

Kurang dokumen apa lagi, tanyaku. Aku pun dengan pede (masih pede lho, walaupun lagi shock) menunjukkan list syarat2 dokumen yang diperlukan. Udah lengkap semua dokumennya, kecuali beberapa dokumen yang emang aku ga punya dan ga wajib untuk dikumpulin. Dia lalu bilang, “kamu ga memenuhi syarat. Bukan S2, pengalaman juga ga ada”. Terus aku bilang, “Bukannya klo jurusannya sama kaya kerjaannya gpp? Aku jurusan komputer dan kerjaan aku di bidang komputer”. Terus dia ngecek2 lagi dan bilang, “Jurusannya mungkin sama, tapi kan kami ga tau apakah kerjaan di kantor sekarang berhubungan sama bidang yang kamu pelajari selama kuliah apa ngga.” Wah, ni orang ngajam berantem lho. Jelas2 jurusan aku komputer dan posisi aku di kantor itu programmer. Masih ngotot bilang beda pula. Sejak kapan anak jurusan komputer ga belajar tentang programming?

Pokoknya saat itu dia minta 3 hal: surat yang menyatakan bahwa jurusan dan bidang pekerjaanku sama, surat dari KOTRA atau instansi resmi lainnya karena kantor tempat aku bekerja itu tidak terlalu besar, dan keterangan lebih lanjut tentang kantor cabang yang memang berlokasi di Indonesia. Aku pun akhirnya ke kantor dengan perasaan kesal. Kan cape bolak-balik mulu, ngantri lagi, bukannya dari kemaren bilang yg lengkap gitu. Sang pria ini masih bisa ngeles pula, “Oh yang petugas wanita itu emang kurang tau soal ginian, jadi kemaren ga dibilangin sama dia klo kamu msh butuh ini itu.” Klo gini kan brarti yang salah imigrasinya karena bikin repot orang dan ga ngasih tau info secara lengkap.

(continue to next post)

One thought on “E-7 Working Visa (1)

  1. Pingback: E-7 Working Visa (2) « The Little Light of Mine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s