Destiny is a Choice

Kita dilahirkan pada suatu jaman tertentu bukan karena kebetulan, tapi karena itu merupakan bagian dari destiny kita, bagian dari apa yg harus kita lewati, dan itulah destiny yang Tuhan tetapkan dalam kehidupan kita.

Ibrani 11 -> “karena iman.. (orang) melakukan (suatu hal)”
Itu adalah destiny dari orang itu yangg tergenapkan dan harus digenapi.
Bagian kita adalah mengenali destiny kita dan mengerjakannya sampai tuntas.

Jangan pernah puas akan diri sendiri. Org yangg puas diri tidak pernah mau belajar, yang dikejar adalah “apa yg aku butuh skg, asal kebutuhanku tercapai.” Kita ngga peduli tentang masa depan, padahal ada banyak hal yg Tuhan mau sediakan dlm kehidupan kita.

“Aku tau batas maksimalku, tapi Tuhan bisa membawa aku melewati batas maksimal”. Orang yg seperti itu akan menjadi seorang pemenang. Dan itulah yg namanya iman.

Klo kita menginginkan lawatan, mau menggenapkan destiny sbg org yg menggelar karpet merah, mau liat jiwa2 dimenangkan; Tuhan butuh orang yg berserah penuh.

  • Hineni – penyerahan total
  • Bersyukur – walaupun blm liat seluruhnya, berterima kasih untuk segalanya
  • Percaya – Dia tau yg terbaik, Dia punya impian yg lebih besar drpd impian kita, Dia punya jalan yg lebih indah drpd jalan kita. Kadang2 jalanNya emg sakit sesaat, tapi kemuliaan sudah dsediakan.

“Tuhan, jgn pernah tinggalin aku, jgn ambil RohMu dari hidupku. 1 hal yg kuingini, menjadi orang yg mencintaiMu lebih dari apapin juga karena hanya itu yg membuat aku sanggup menggenapkan semuanya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s