Programming Contest (ACM-ICPC)

Sebenernya ada 3 tim dari univ aku yang daftar untuk ikut, tapi pas babak penyisihan, cuma 1 tim doang yang bisa lolos. Jadinya tim kami lah yang pergi. Tim kami namanya SEE, diambil dari nama depan anggota kelompok kami: So Young, Eveline, Evelyn; tapi itu bisa punya arti lain yaitu C, salah satu bahasa yang digunakan untuk membuat program. Tim kami memakai bahasa Java untuk buat programnya karena dari tahun lalu, kami sedang memperdalam bahasa ini dan hampir tidak pernah memakai bahasa yang lain, padahal bahasa Java ini terkenal lelet alias paling lama dalam meng-execute suatu program.

Kontes ini diadakan di luar kota Busan, di Daejon. Karena kami yakin kemampuan programming kami tidaklah sehebat itu, jadi kami benar2 kurang persiapan dan kami pergi ke Daejon dengan hati riang gembira, hati yang siap untuk jalan2 karena kami ber3 belum pernah ke Daejon. Kami akan stay disana 2 hari: hari pertama untuk latihan dan hari kedua untuk kontesnya.

Pertama kali datang ke lokasi kontes, kami cukup kaget (dan sebenernya udah tau sih) melihat 1 ruangan yang penuh dengan anak2 cowo berkacamata dan sibuk dengan laptop masing2. Ada 2 tim cewe lainnya dan ada 1 atau 2 tim yang punya seorang cewe sebagai anggota kelompoknya. Setelah sesi latihan selesai, kami kembali ke hotel untuk mencari makan malam. Mencari makan malam di sekitar hotel bukanlah hal yang mudah dan akhirnya kami makan di sebuah restoran kecil, makan dumpling.

Setelah itu, 2 temanku kembali ke hotel untuk menikmati fasilitas sauna gratis dari hotel dan aku menemui salah seorang teman SMA dan teman yang lain, yang sekarang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Daejon. Aku menemani mereka makan malam, di tempat yang cukup jauh, sekitar 15 menit jalan dari hotel, kemudian berjalan2 ke Chungnam Univ.

Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Kedua teman saya yang ada di hotel akhirnya ingin bergabung. Aku kenalan dengan 2 orang Indonesia lainnya, dari Chungnam Univ. itu. Malam itu kami akhirnya jalan2 ke jembatan McD (itu mereka yang namain sendiri). Entah kenapa Daejon malam itu dingin banget. Lebih dingin daripada Busan. Hari sudah semakin larut dan akhirnya kami pindah untuk melanjutkan obrolan kami ke sebuah kafe. Sekitar pukul 2 pagi, akhirnya kami kembali ke rumah (atau hotel) kami masing2.

Keesokan harinya adalah hari untuk berlomba. Dari 10 soal yang ada, tim kami hanya berhasil menjawab 1 soal. Peringkat ke 65 dari 80 peserta. Kami tidak merasa kecewa akan hal itu karena kami juga mendapatkan pengalaman yang berharga. Mungkin tahun depan, kami bisa mengikuti lomba yang sama dan bisa mempersiapkan diri kami lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s