Pay Attention When You’re on the Bus!

>>Summer 2010 at Canada<<
Hari ini aku dan teman2 pergi ke CN Tower. Sepertinya setiap kota punya tower sendiri yah. Dan kami bermain2 dulu di downtown, sambil menunggu malam, karena disini jam 8 malem masih terang, berasa kaya jam 6 sore di Korea. Selesai muter2 di tower itu sekitar jam 9an, lalu kami makan burger di subway. Karena ini letaknya di tengah2 downtown, jadi aku memutuskan untuk pulang lewat jalan yang berbeda, yang sharusnya bisa membuatku sampai di rumah lebih cepat.

Abis naek subway, aku masih harus naek bus. Setelah menunggu cukup lama, sekitar 20 menit, bus yang biasa aku naiki tidak datang juga. Akhirnya aku memutuskan untuk naik bus yang lain, yang aku belum pernah naiki, tapi aku cukup yakin, bus itu bisa membawaku pulang, karena cuma ada 2 bus yang berhenti di halte dekat rumah.

Biasanya butuh waktu sekitar 30 menit naek bus. Tapi karena aku turun di subway yang berbeda, yang lebih dekat dengan rumah, seharusnya cuma butuh 15-20 menit untuk sampai ke rumah. Naiklah aku ke bus yang baru pertama kali kunaiki itu. Duduk manis sambil melihat ke jendela. Busnya lewat sebuah terowongan. Aku merasa aneh, karena biasanya ga pernah lewat terowongan kalo mo pulang ke rumah, tapi aku masih mikir, sapa tau ini rute yang lain. Oke. Busnya masuk ke terowongan yang lain lagi. Aneh, tapi aku masih duduk, dan menunggu nama halte bus dimana aku harus turun disebutkan oleh mesin bus tersebut.

30 menit berlalu. Itu sudah terlalu lama. Jadi, aku bertanya kepada sang supir bus. Aku mau turun disini, itu masih jauh apa ngga ya? Dan tebak jawaban dia apa? Oh, itu mah uda lewat sekitar 20 menit yang lalu. APAA?? Koq aku bisa ga denger?? Akhirnya aku turun di halte berikutnya. I have no idea where I am. Aku punya peta, tapi kalo uda nyasar sampai sejauh ini, aku bahkan tidak bisa mencari tau dimana aku berada dalam peta kota yang isinya kecil2 dan penuh dengan nama jalanan.

Akhirnya aku menyeberang jalan, dan menunggu bus dengan nomor yang sama tapi berjalan ke arah kebalikannya. Halte itu kosong. 10 menit berlalu. Datanglah seorang berkulit hitam. Cowo, pake topi, bawa ransel dan lagi dengerin mp3. Takut mo nanya ma dia. Takut diapa2in. Tapi aku ga punya pilihan lain. Saat itu waktu menunjukan pukul 11.15, hujan rintik2 dan aku berada di daerah yang asing. Akhirnya aku tanya, bus ini bakal lewat sini ga? Dia bilang iya, dan pas busnya datang jam stengah 12, dia kasih tau lagi, nih busnya dateng.

Naek bus yang ini, aku konsen mendengarkan nama2 jalan yang disebutkan. Tapi lagi2, hampir 15 menit berlalu, dan bus ini koq ga masuk ke terowongan. Daripada nyasar lagi, aku bertanya ke ibu2 yang duduk di sebelahku. Tau jalan ini ga, masih lama ya nyampenya? Dia bilang 10 menit lagi paling, dan ga lama kemudian dia turun, dan seorang cewe duduk di sebelahku. 10 menit berlalu. Waktu menunjukan pukul 11.50. Akhirnya aku tanya lagi ke cewe ini, jalan ini dimana ya? Eh dia malah bilang, ga tau. Waduh! Gawat. Tapi pas aku tanya jalan yang lebih gede lagi dia tau. Sebentar lagi nyampe. Well, ya uda lha, aku turun di jalan gede aja pikirku. Dari jalan gede ke halte bus yang biasa aku naiki itu sekitar 2 atau 3 bus stop. Yah, gpp lah jalan daripada nyasar lagi. Tapi untung aja, busnya melewati halte bus dekat rumah dan aku akhirnya turun.

Abis turun dari bus, aku masih harus jalan lagi ke rumah skitar 10 menit. Rumah uda gelap. Dan aku sampai di kamar jam 12.05. Perjalanan yang aku pikir hanya membutuhkan 20 menit, malah berubah jadi 2 jam. Besok2 aku nyatet deh nama jalan2nya atau ga ngitung jumlah haltenya dari halte bus ke subway.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s