Song of the week: Selalu bersamaku – Sidney Mohede
Sedalamnya hatiku Kaupun tahu
Dan kasih Mu tak jauh dalam jiwaku
Didalam kesesakan didalam kemenangan
Ku tahu Engkau selalu bersama ku
Song of the week: Selalu bersamaku – Sidney Mohede
Sedalamnya hatiku Kaupun tahu
Dan kasih Mu tak jauh dalam jiwaku
Didalam kesesakan didalam kemenangan
Ku tahu Engkau selalu bersama ku
Here it comes. The last day of the challenge.
Advice for others. Anything at all.
Note: semuanya ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi.
* * *
1. Fear of the Lord
Bahasa Indonesianya, takut akan Tuhan. Bukan takut yang nyeremin gitu. Tapi takut, dalam arti hormatilah Dia sebagai Tuhan. Apapun dimanapun bagaimanapun kita sekarang, semuanya itu karena anugerahNya, bukan karena kemampuan kita. To Him be glory.
2. Do not compromise.
Jangan kompromi terutama dengan hal-hal yang berkaitan dengan masa depanmu nantinya. Beberapa contohnya adalah di bidang rohani, asmara dan keluarga.
Diajak pacaran sama orang yang beda agama atau yang tidak disetujui sama mama papa?
Lebih baik jangan.
Diajak minum alkohol sama atasan?
Kalau ga doyan, mending bilang ngga dari awal. Kalau terpaksa minum, ya minum. Tapi stop abis itu. Kalau pake alesan, kan ga sampe mabok. Itu namanya mencoba berkompromi. No!
Intinya sih, kalau itu bertentangan dengan apa yang sudah kamu pelajari dan taati sampai saat ini, lebih baik jangan.
3. Trust your heart.
Ada kalanya kita perlu mendengar pendapat orang lain. Ada kalanya kita perlu denger kata hati kita sendiri. Di saat kita harus memilih atau memutuskan sesuatu, cukup 2 hal yang kamu perlu tanya sama dirimu sendiri. Apakah itu membawa damai di hatimu? Apakah itu akan menyenangkan hati Tuhan? Kalau hatimu bilang iya, go for it. Kalau ngga, ya uda jangan.

* * *
Inilah akhir dari blog challengenya. Yeay~ Akhirnya selesai juga.
Click below to see full list of the challenge!
Welcome June! Sayang sekali blog challengenya ga bisa selesai pas bulan Mei kemaren ya.
Dan sekarang aku mau tunjukin apa yang ada di dalam tasku.
Tarraa! Ga banyak dan ga gitu menarik kan isi tasku? Nope, aku bukan tipe cewe yang bawa barang-barang seabrek di tasnya sampe tasnya berat, atau yang bawa barang lucu-lucu di dalem tas. Ini tas yang biasa aku pake kerja dan isinya emang cuma itu.
Secara garis besar, isi tasku cuma ada 2 macam.
Tech stuff: batere hp cadangan, wifi router, kabel USB, USB, earphone.
Others: dompet, ID karyawan, lip gloss, kunci rumah, buku QT (saat teduh).
Oke, sebenernya buku saat teduh itu lebih sering dibawa bolak balik kantor tanpa dibaca jadi sekarang bukunya ditinggal di rumah aja. Jadi tasku jadi lebih enteng deh. Hehehe. Sekian untuk hari ini. Kalau kamu gimana? Apa isi tasmu?
* * *
Besok hari terakhir. Hohoho.
Click below to see full list of the challenge!
And we know that for those who love God all things work together for good, for those who are called according to his purpose.
- Romans 8:28
Just got this verse 3-4 times in 24-hours period. What do you want to tell me God?
Ternyata aku tidak sesiap itu untuk membuka kembali buku yang sudah kututup dan kusimpan rapat-rapat dalam lemari.
* * *
Cell group kemarin tiba-tiba beda dari biasanya. Biasanya lebih fokus ke ayat Alkitab, yang kemarin lebih fokus ke sharing. Topik sharing sebenernya itu tentang follow God’s voice, tentang domba-domba yang selalu nurut sama gembalanya dan bisa ngebedain suara gembalanya itu. But somehow, topik sharingnya jadi geser dikit ke.. cowok. Yaaah, masih bisa dihubung-hubungin sih. Tentang apa efeknya dalam relationship kita kalau kita nurut atau ga nurut sama apa yang Tuhan uda kasih tau.
Pas aku disuruh sharing, tumben-tumbenan aku ga bisa cerita. Aku biasanya bisa dengan santai cerita ini itu tentang hubungan yang dulu, tapi entah kenapa, kemaren tuh ga bisa. Mungkin karena biasanya teman-teman udah tau ceritanya, jadi mereka lebih ngerti dan tentunya, ga perlu jelasin dari awal lagi. Tapi karena kemaren aku harus cerita dari awal, I just..can’t. Too much kata-kata dan kejadian yang muncul di kepala tapi aku ga bisa ngeluarin adegan-adegan itu dalam bentuk kata-kata. So, I just told them the summary of my love story.
Agak ga puas sih sebenernya karena aku tau, ada yang bisa mereka dapet dari ceritaku. Tapi sekali lagi maaf, ternyata tidak semudah itu untuk membuka kembali cerita-cerita yang sudah lalu.
* * *
Dulu aku pernah bahagia bersama dia..
Sekarang, aku lebih bahagia karena aku tau Tuhan sendirilah yang menulis cerita cintaku..

Mari kita ubah topiknya dikit. Haha. Daripada compliment, aku lebih suka share beberapa potong dari percakapan dengan beberapa orang teman yang bisa membuat aku senang. At least, bisa buat aku semangat dan tersenyum dalam hati pas denger.
* * *
< Di sebuah restoran pizza, malam hari>
“Tau ga? Aku suka banget liat kamu senyum. Senyum kamu rasanya hangat.“
(Maafkan susunan tata bahasa yang kacau. Aslinya, bukan diucapin dalam bahasa Indonesia.)
* * *
<Kerjaan lagi sibuk tapi masih sempet-sempetnya ngobrol sama temen>
“Seneng deh liat lu happy. Tumben banget ga ngeluh walaupun lagi sibuk.“
* * *
< Sepotong percakapan lewat messenger >
“Hari ini rasanya seneng banget deh padahal ga ada apa-apa.“
“That’s because God’s mercy is upon you.“
* * *
< Ketika melakukan sesuatu hal yang rasanya kecil dan ga gitu berarti >
“Kamu mungkin ga sadar, tapi apa yang kamu lakuin itu efeknya gede lho!”
* * *
< Ketika lagi cape kerja >
“Cici pasti bisa kok. Kalau ga bisa, ga mungkin kan atasan suruh cici ngerjain itu.”
* * *
Dan tentunya, kalimat yang satu ini selalu membuatku senang.
(Note: tidak berlaku untuk semua orang)
“Apple gemukan deh!“
Semua orang pasti senang kalau dikasih hadiah. Tapi aku lebih senang kalau hadiah itu disertai dengan sepucuk surat tulisan tangan dari orang yang ngasih. Isi suratnya ga perlu panjang atau gimana, tapi yang penting hatinya.
Surat-surat itu bisa jadi one of my mood booster, bisa jadi penyemangat kalau aku lagi down. Everytime I read those letters, I just feel.. loved. Hehehe. So, here I show you my treasure box!
Sebenernya masih ada box-box lainnya, tapi karena sekarang uda malem dan susah ngeberesinnya lagi, jadi ini aja deh yang dikasih liat.
Oia, mo nunjukin beberapa koleksi postcardku juga aah~ Ini harta karun yang sama berharganya karena di setiap post card itu ada ceritanya sendiri. Of course, ini juga hanya sebagian.
Those are my treasure items. What’s yours?
* * *
Click below to see full list of the challenge!

Me (in the middle) – 6 years old
Ultah pertama adik sepupu. Adik sepupu cewe dan adikku yang cowo itu umurnya cuma beda 3 bulan. Dan aku masih inget dengan jelas betapa pengennya aku punya adik cewe. Jadi saat itu, mama dan tante (kakaknya mama) hamilnya hampir barengan dan tiap kali doa, aku doanya kaya gini. “Tuhan, berkati adikku yang di perut mama ya. Aku sih terserah mo dikasih adik cewe atau cowo, tapi aku akan lebih seneng kalau aku dapet adik cewe. Yang cowonya kasih ke tante aja.” Kalian pasti tau kan akhirnya gimana? Yup, mama dapet anak cowo dan tante dapet yang cewe. The good thing is, I got new little sister and brother ‘almost’ at the same time.
Selain cerita tentang adik yang umurnya berdekatan, aku juga punya saudara yang umurnya beda 6 bulan sama aku. Jadi tante (kakaknya papa) lagi pengen punya anak perempuan karena anak pertamanya laki-laki. Jadi pas lagi hamil, dia siapin nama untuk anak perempuan. Ternyata dapetnya anak laki-laki lagi, jadi nama anak perempuan yang uda disiapin itu, dikasih ke mama dan nama itu akhirnya buat aku deh! Hehe. Nama aslinya Evelyn, terus diubah dikit sama mama biar lebih berasa Indonesianya. Jadi deh namaku: Eveline.
* * *
See you on day 4! Click below to see full list of the challenge.